Rona Mentari: Pendiri Dongeng.tv


TEMPO.CO, Jakarta -Rona Mentari hanya bisa tertawa saat mengisahkan masa kecilnya. Sebagai tukang dongeng, dirinya sama sekali tak menyangka jadi jagoan ngomong di mana-mana, di hadapan banyak orang pula. “Dulu aku itu penakut. Saking penakut aku pernah ngompol karena digertak atau dibentak,” ujar Rona terbahak.

Saat duduk di Taman Kanak-kanak, Rona tak punya banyak teman bermain. Ia lebih memilih mendampingi ibu guru, ikut menyusun sendok dan garpu di meja menjelang waktu makan. Hal itu menjadi kegiatan rutin yang dilakukan di waktu istirahat. Hanya saja setiap sang guru mulai bercerita di depan kelas, Rona bisa berubah sangat antusias. Ia kerap menceritakan ulang dongeng yang disampaikan ibu guru kepada orang tuanya lengkap dengan ekspresinya. “Orang tuaku melihat potensi kemampuan bercerita yang aku punya, mereka pendengar yang baik,” tutur Rona.

Melihat bakat tersebut, kedua orang tuanya lantas melibatkan Rona untuk bercerita di berbagai kesempatan. “Awalnya grogi banget pasti, malah sempat pura-pura tidur karena enggak mau tampil,” ucapnya tergelak. “Cara yang dilakukan papa jadi melahirkan kepercayaan diri tanpa membuatku merasa kehilangan masa kecil.”

Berbagai acara seperti pertemuan keluarga, acara hiburan di kampung, pentas pengamen, termasuk saat dirinya berulang tahun. Bukan perayaan makan-makan di sebuah tempat makan cepat saji seperti yang sedang tren saat itu. Rona malah diajak sang ayah untuk mendongeng di hadapan puluhan anak jalanan.

—-

Tentang Dongeng.TV

Diposkan oleh ronamentari at Tuesday, January 13, 2015 komentar (4)

Kedua kakak saya sedang merantau meninggalkan Jogja beberapa bulan belakangan. Kakak pertama (Mba Arum) untuk bekerja, kakak kedua (Mba Ayu) untuk melanjutkan kuliah. Saya? Sudah duluan meninggalkan Jogja untuk kuliah. Walaupun sering juga saya bolak-balik ke Jogja.

Dulu saat berencana mendirikan Rumah Dongeng Mentari pertama kali, Mba Arum sedang KKN di Papua. Kami berkabar saja via suara dan ia sangat mendukung. Mba Arum melakukan pengajaran rutin juga disana untuk anak-anak PAUD di Sentani. Akhirnya setelah berbagai persiapan sederhana, saya dan Mba Ayu, dibantu remaja di lingkungan tempat tinggal dan beberapa relawan teman-teman kami sendiri, dibukalah Rumah Dongeng Mentari (RDM) untuk pertama kalinya. Tepatnya 2 Agustus 2010. Sejak saat itu rumah kami *ruangan depan dan teras rumah untuk RDM* tidak pernah sepi. Rutin anak-anak datang dan bermain, mendengarkan dongeng, berlatih mendongeng, main musik, dan lain sebagainya. Beberapa kali kami outbond, melakukan berbagai kegiatan luar ruang yang seru, dan tampil di atas panggung.

Kemudian, saya harus ke Jakarta untuk memulai kuliah. Mba Arum sudah pulang dari Papua. RDM dilanjutkan oleh Mba Arum dan Mba Ayu. Kegiatan RDM lancar, naik turunnya semangat tentu menjadi hal lumrah. Jika ada acara outing, saya sengaja pulang ke Jogja untuk ikut bersama. Mba Arum dan Mba Ayu memanfaatkan jaringan pertemanan mereka untuk saling berbagi dengan anak-anak. Bahkan ada teman-teman kakak dari Korea, Jepang, Perancis, sengaja mampir ke RDM untuk bertemu pasukan RDM (begitu kami menyebutnya). Itu semata-mata mempelihatkan kepada pasukan RDM bahwa dunia itu luas, dan banyak hal yang berbeda dari kita. Tentu mendengar cerita dari tamu-tamu tersebut sangat menyenangkan bagi pasukan RDM.

Hingga kemudian, Mba Arum akan ke Jakarta untuk bekerja. Tinggallah Mba Ayu sendiri. Tentu ia tetap melanjutkan aktivitas RDM di Jogja. Kami saling berbagi kabar. Sampai Mba Ayu, harus ke Bogor untuk melanjutkan kuliahnya. Ingat sekali, saat itu kami (saya sengaja pulang ke Jogja) membuat acara di RDM, yang sebenarnya ada niat terselubung untuk pamitan Mba Ayu. Kami akan vakum beberapa waktu sampai saat yang tidak bisa ditentukan. Aktivitas RDM terhenti sementara.

Sedih memang, tapi bagaimana lagi? Saat itu saya berjanji setelah lulus kuliah akan segera kembali ke Jogja untuk ‘membesarkan’ RDM.

Di masa itulah, dari tempat kami masing-masing, kami berusaha tetap berupaya mempopulerkan budaya mendongeng. Selain dari aktivitas saya sendiri sebagai Juru Dongeng Keliling, juga dipanggil sana sini untuk mengisi seminar atau semacamnya. Kami membuat “Ceritanya Project” (bisa diliat di blog RDM : www.rumahdongengmentari.blogspot.com) dan munculah ide membuat Dongeng.TV ini.

Alhamdulillah sudah terwujud dan bisa diakses gratis!

DONGENG.TV adalah sebuah podcast series youtube yang menyebarluaskan budaya mendongeng di Indonesia melalui video dongeng dan video pengetahuan tentang dongeng. Kami berharap orangtua, kakak, dan guru memanfaatkan dongeng.tv untuk ikut bersama mendidik anak-anak Indonesia melalui dongeng.

Sejak era digital, tangan kita tidak jauh dari benda elektronik. Mulai dari handphone, komputer, laptop, tab, dan sejenisnya. Pun begitu dengan anak-anak. Aktivitas dongeng jadi hal yang terkesan kuno sehingga jarang dilakukan.

Atas dasar itulah, Rumah Dongeng Mentari berkolaborasi dengan Klub Dongeng Forum Indonesia Muda membuat Dongeng.TV. Dongeng.TV hadir sebagai salah satu media alternatif yang menyajikan tayangan mengenai dongeng untuk masyarakat Indonesia.

Link https://www.youtube.com/user/dongengtv

Klik DONGENG.TV, unduh video dongengnya, dan berikan pada anak-anak. Atau pelajari cara mendongeng di Tips Mendongeng, DONGENG.TV. Silahkan berlangganan untuk bisa mendapatkan video terbaru dari Dongeng.TV secara berkala.

Podcast series youtube ini berisi video dongeng, seputar dongeng, dan tips mendongeng. Subscribe ya!

Diatas ini adalah tampilan depan saluran Dongeng.TV per 14 Januari 2015.

Tunggu inovasi-inovasi kami selanjutnya ya! 🙂

Semoga bermanfaat.

Salam dari Negeri Dongeng,

Rona Mentari