Lia Putrinda Anggawa M – Founder Lembaga Masyarakat Konservasi Bhakti Alam Sendang biru


Salam Konservasi! Dari Sudut Indonesia

Bhakti Alam Sendang Biru, Dusun Sendang Biru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Jawa Timur

Pesisir Malang Selatan ibarat sebuah lagu lawas “bukan lautan hanya kolam susu, kail & jala cukup menghidupimu”, artinya gemah ripah loh jinawi-nya luar biasa memanjakan, dulu…

Kondisi ‘surga’ itu seakan menjadi ‘neraka kedua’ bagi kami di tahun 2004.. Sebuah kenyataan bahwa paceklik ikan terjadi. Nelayan merasakan sulitnya mendapat ikan di tanah kelahiran sendiri.

Secara positif, aktif, kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, kami (Lia Putrinda bersama Pak Saptoyo, ayahnya) melakukan perjalanan menyusuri pesisir pantai selatan. Sebuah jawaban jujur dari alam mengatakan bahwa kegundulan hutan lindung, punahnya ekosistem pesisir, dan maraknya pembukaan pantai menjadi mass tourism, adalah faktor degradasi pesisir.

Titik terparah kerusakan terjadi di pantai tempat Pak Saptoyo dan Lia bermain saat kecil yakni Pantai Clungup. Dulu Clungup adalah sumber penghidupan bagi nenek moyang kami. Saat kami berdiri di tempat yg sama tahun 2005, Clungup bersih tanpa kehidupan.

Kami yakin! Kerusakan Alam. Paceklik Ikan. Dan Pembukaan Destinasi Pantai. Adalah keterkaitan yg bisa diharmoniskan.

Melalui diskusi-diskusi kecil, kami nekat dengan penuh niat untuk menunjuk diri sendiri sebagai dewan pendiri gerakan konservasi.

Kami menyediakan diri untuk beraksi di Clungup, saja. Kami sepakat & niat untuk melakukan rahabilitasi mangrove dan tanaman vegetasi pantai lainnya. Tahun 2004 Lembaga Masyarakat Konservasi Bhakti Alam Sendang Biru kami dirikan, bergerak pada lokasi Clungup Mangrove Conservation dengan luasan 81 ha lahan mangrove dan 117 ha sempadan pantai (Pantai Clungup, Pantai Gatra, Pantai Asmoro, Pantai Bangsong, Pantai, Savana, Pantai Mini, Pantai Batu Pecah, Bukit Wareng, Pantai Tiga Warna)

Visi BASB yakni Hidup Bersama Alam. Untuk mewujudkan visi itu kami melibatkan masyarakat dalam sebuah konsep pemberdayaan. Dengan harapan terjadi perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran akan keseimbangan antara alam, manusia, dan Tuhan.

Kami (100 orang crew saat ini, awalnya hanya 6 orang) setuju dan padu dalam pelaksanaan sistem pengeloaan ekowisata yg sudah kami sepakati.

Sistem pengelolaan CMC menjadi icon pengelolaan ekowisata di Indonesia. Dengan berkelanjutan kami menerapkan sistem checklist sampah masuk dan keluar, sistem reservasi/booking bagi tamu yg akan memasuki area konservasi terumbu karang di Tiga Warna, sistem jasa pemandu bagi seluruh tamu, sistem libur kunjungan hari Kamis dan hari besar, sistem adopsi pohon, sistem pengawasan area konservasi 1×24 jam, dsb.

Sebuah penghargaan Nasional Adi Bhakti Mina Bahari 2015 dipercayakan oleh Kementrian Kelautan Perikanan kepada kami. Sebentar lagi Kalpataru dan Pemuda Pelopor siap dijalani sebagai sebuah bonus apresiasi. Semua ini ada karena sinergi yg apik dari masyarakat lokal, POKMASWAS GOAL, akademisi dengan hasil risetnya, dinas dan kementrian kelautan dan perikanan, dinas dan kementrian kehutanan, serta semua pihak terkait sebagai konservator pesisir.

Hasil yg paling memuaskan adalah pulihnya ekosistem pesisir yg ditandai dengan musim ikan tahun ini menjadi musim ikan terpanjang, kembalinya ikan langka, burung, monyet, penyu, serta kembalinya sebagian rona hijau mangrove. Masyarakat yg dulunya merusak saat ini terlibat dalam pemulihan dan pengawasan area konservasi. Secara umum pemilik homestay, pusat oleh-oleh, bahkan desa wisata mulai terberdayakan.

Sebuah harmoni antara alam, manusia, dan Tuhan menguatkan saya sebagai pemuda desa yg telah memutuskan untuk meninggalkan segalanya demi sebuah pengabdian. Harus saya relakan dan akui bahwa perjuangan untuk Clungup bukan hanya dari dan untuk kami, tapi saat ini Clungup menjadi milik Indonesia.

Berawal dari mimpi, aksi, dan sinergi semua pasti terealisasi.

IMG-20160306-WA0014

Salam konservasi!

Mutiara Dari Sudut Indonesia, Clungup Mangrove Conservation

—-

sendangbiru (1)

Kiprah Saptoyo dalam hal pelestarian lingkungan pantai selatan di Kabupaten Malang, tidak perlu diragukan lagi. Ketua Pokmaswas Gatra Olah Alam Lestari (Goal) di Pantai Sendang Biru Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini sudah puluhan tahun melakukan konservasi mangrove untuk meminimalisir dari bahaya abrasi.

Panas matahari menyengat di Pantai Sendang Biru siang itu, tidak menyurutkan langkah nelayan maupun masyarakat sekitar untuk menjalankan aktivitasnya. Termasuk Saptoyo, Ketua Pokmaswas Goal. Memakai baju motif batik dengan celana hitam panjang, pria berusia 46 tahun tersebut tengah asyik mendayung perahu kecilnya.

Sejenak dia menepikan perahu kecil itu ke pinggiran, begitu mengetahui kedatangan Malang Post. “Saya bersama anggota Pokmaswas Goal lain baru saja mengecek kondisi mangrove yang ada di pesisir pantai ini. Kami rutin melakukan pengecekan tiap hari, menggunakan perahu kecil ini,” ucap pria yang memulai konservasi di usia 19 tahun ini ramah.

Dia mempersilakan Malang Post untuk sejenak beristirahat di sebuah pondok yang dikelilingi rimbunnya pohon mangrove. Bapak dua anak ini menjelaskan, Pokmaswas yang dibentuknya memang baru berumur dua tahun. Namun, sejatinya dia telah puluhan tahun melakukan konservasi dan melindungi tanaman magrove.

Apalagi Saptoyo merupakan penduduk asli Dusun Sendang Biru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Maka sudah kewajibannya untuk melindungi tanaman Mangrove. “Luas lahan mangrove di tempat ini, tiap tahunnya terus berkurang. Tahun 1997, luasnya 120 hektar dan sekarang tinggal 81 hektar saja,” terangnya.

Karena luas lahan mangrove terus menurun, maka timbul idenya untuk mengajak masyarakat sekitar untuk melakukan konservasi. Namun, diakuinya itu tidak mudah. Apalagi masyarakat dan nelayan mempunyai tujuan berbeda-beda dalam hal pemanfaatan alam di pesisir pantai.

“Dulunya , saya bersama dua sampai lima orang masyarakat dan nelayan melakukan konservasi ini. Namun, tahun 2012 lalu, membentuk Pokmaswas atas arahan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang,” bebernya.

Melalui Pokmaswas itu, pihaknya melakukan sosialisasi kepada nelaya dan masyarakat pentingnya konservasi. Meski masyarakat belum antusias, setidaknya sudah bertambah orang yang melakukan hal sama dengan dirinya. Menurutnya, keberadaan mangrove ini sangat penting. Selain untuk terhindar dari abrasi terdapat banyak manfaat lainnya. Salah satunya pemulihan ekosistem yang berada di pesisir laut pantai selatan Kabupaten Malang.

“Kalau ekosistem laut terjaga, maka nelayan tidak perlu jauh-jauh mencari ikan di tengah lautan lepas,” imbuh Saptoyo. Atas kerja dia bersama Pokmaswas Goal itu, lambat laun seiring berjalannya waktu, luas lahan mangrove di Kabupaten Malang terus bertambah.

Berkat kerja kerasnya itu juga, Kabupaten Malang masuk nominasi penghargaan Menuju Indonesia Hijau (MIH) melalui konservasi pesisir Pantai Sendang Biru. Impiannya saat ini yakni melakukan pengembangan hutan Mangrove Pantai Sendang Biru, tanpa merusak keindahan alamnya.

“Saya sudah mempunyai rencana akan menyulalp kawasan Hutan Mangrove di Pantai Sendang Biru ini sebagai kawasan wisata jogging track,” terangnya. Melalui impiannya itu, dia berharap nantinya lokasi tersebut akan semakin menyejahterakan anggota Pokmaswas Goal, nelayan dan utamanya masyarakat sekitar.

sekretariat

Keinginan itu mendapatkan tanggapan positif Pemkab melalui DKP Kabupaten Malang. “Kami akan mengalokasikan dana Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) untuk membantu pengembangan Pokmaswas Goal tersebut,” ucap Kepala DKP Kabupaten Malang Ir Wahyu Hidayat di tempat sama.

Namun, dia menekankan kiprah dari Saptoyo bersama Pokmaswas Goal tersebut patut ditiru.

Karena jarang ada nelayan yang melakukan konservasi maupun peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan kiprah Saptoyo bersama Pokmaswas tersebut, dia percaya akan semakin menjaga eko sistem perairan selatan di Kabupaten Malang.

sumber: Malang Post | 2 oktober 2014

Kontak:

www.bhaktialam.org

Saptoyo, 081333777689, paksaptoyo@gmail.com
Lia Putrinda Anggawa Mukti, 081333777669, anggawamukti@gmail.com
Alamatnya sama Dusun Sendang Biru RT 27 RW 03 Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Jawa Timur