Mukarom Salasa, Penyuluh Swadaya Tingkat Nasional


Penghargaan Penyuluh Pertanian Swadaya Tingkat Nasional 2015 Oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman

 mukarom1

Mukarom Salasa S.Si.

Seorang pemuda yang tinggal di lereng Gunung Gogoniti , tepatnya di desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kab. Blitar, Jawa Timur. Lahir pada tanggal 16 September 1986 tepatnya di bulan Muharram hari selasa dan anak ketiga dari 3 bersaudara.

Sejak mulai SMP sekitar tahun 1999 sudah mulai meninggalkan desa untuk mencari pendidikan yang lebih maju di kota. Terbiasa dengan kehidupan mandiri, sewaktu masa SMP tinggal di rumah Saudara. Pada Tahun   pertama kehidupan berjalan seperti  biasa karena masih ditemani saudara sekeluarga. Pada tahun kedua, Bibi dan sekeluarga pindah tugas dinas ke Sulawesi sehingga saya terpaksa tinggal sendirian. Pada tahun kedua waktu SMP saya mulai terlatih untuk berjiwa mandiri karena semua keseharian saya lakukan sendiri mulai memasak, mencuci, belajar dan lain-lain.  Secara otodidak saya mulai belajar dunia teknologi IT meliputi desain, pemrograman, web design, pemasaran, teknologi pertanian , peternakan dan mencoba hal- hal baru yang tidak diajarkan dalam pendidikan formal.

KEMBALI KE DESA

Setelah lulus kuliah dari Jurusan Fisika Universitas Brawijaya Malang tahun 2009, saya bermimpi dan berniat untuk memajukan desa saya yang sebagaian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai peternak dan petani. Hal yang membuat saya prihatin yaitu pendapatan mereka hanya mengandalkan hasil panenan atau penjualan kambing atau sapi. Untuk hasil harian mereka ada yang menjadi buruh mencangkul.  Banyak warung  makan di desa saya yang gulung tikar karena sepi pembeli, bahkan warung makan yang baru beberapa minggu saja buka bisa tutup karena hal tersebut. Warga masyarakat  lebih menghemat pengeluaran mereka karena tidak mempunyai hasil harian.

Kebanyakan warga masyarakat desa Kemirigede Kec. Kesamben Blitar, masih bertani dan beternak secara tradisional, mereka hanya bisa memproduksi saja belum bisa mengolah dan memasarkan.  Sehingga warga banyak yang merugi, karena biaya produksi yang lebih tinggi daripada hasil panenan.

GENERASI PENERUS PERTANIAN

Awal tahun 2010 setelah lulus kuliah saya kembali ke desa  saya untuk melihat potensi desa yang terpendam. Pada awalnya masyarakatnya selalu bertanya kepada saya,”Sudah kerja di mana?”, “Sudah diterima kerja di mana?”. Mereka mulai mencibir saya, ternyata kuliah mahal-mahal di salah satu universitas ternama tidak menjadikan jaminan untuk segera dapat kerja dan saya lebih memilih menjadi petani. Sehingga mereka menganggap pendidikan tidak penting sehingga dari data statistik desa, sebagian masyarakat desa kemirigede sebagaian besar tingkat pendidikannya adalah tamatan SD.

Diakuinya, saat ini profesi petani oleh sebagian besar masyarakat masih dipandang sebelah mata, bahkan dianggap sesuatu yang rendah.

 

Akibatnya banyak pemuda desa yang kurang berminat di bidang pertanian karena tidak menjanjikan sehingga orang tua mereka yang notabene berprofesi menjadi petani menyarankan anak-anaknya untuk tidak menjadi petani.

Di Desa Kemirigede Kec. Kesamben Kab. Blitar para pemuda desa lebih memilih bekerja menjadi TKI di luar negeri, Karena lebih menjanjikan dari segi ekonomi. Banyak ladang pertanian, sawah yang dijual agar anak mereka bisa berangkat ke luar negeri.

Melihat kondisi Saat ini para petani mayoritas sudah berusia lansia, lahan pertanian semakin sempit, dan generasi penerus sangat kurang, mukarom membayangkan beberapa tahun ke depan kalau hal ini dibiarkan tentu saja kekurangan pangan di Indonesia bisa terjadi sehingga tergerak dan termotivasi untuk mengembangkan tehnologi pertanian secara modern.

Dia berpendapat, rendahnya nilai hasil dari sektor ini diakibatkan oleh sistem pertanian yang dipakai masih tergolong tradisional.

Sebagai langkah pertama yang dilakukan dengan membuat website lembah gogoniti.com. Dalam website tersebut dijelaskan terkait teknologi pertanian sekaligus berbagai penawaran produk bibit pertanian dan peternakan.

Dia berpendapat, rendahnya nilai hasil dari sektor ini diakibatkan oleh sistem pertanian yang dipakai masih tergolong tradisional.

Dari kejadian tersebut saya semakin termovasi untuk membuktikan kalau sebenarnya banyak potensi desa yang bisa dimanfaatkan, Hasil pertanian dan peternakan juga bisa ditingkatkan nilai jualnya dengan SDM yang memadai.

Pada pertengahan tahun 2010, saya membuat website dengan alamat www.lembahgogoniti.com. Nama lembah Gogoniti saya ambil karena desa Kemirigede terletak di lereng gunung gogoniti dengan tujuan untuk mengangkat nama desa kemirigede.

Dalam website tersebut dijelaskan terkait teknologi pertanian sekaligus berbagai penawaran produk bibit pertanian dan peternakan.

 

Dampak dari pembuatan website  Lembah Gogoniti ternyata luar biasa, Banyak sekali respon dan kunjungan baik dari individu maupun  instasi pemerintahan dan perusahaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Artikel yang kami tulis di website berdasarkan fakta lapangan dan digabungkan teori yang sudah ada. Hal inilah yang membuat para pembaca website, petani, peternak dan pengusaha tertarik datang ke tempat kami.

Setelah itu usaha saya berkembang tentang pengadaan bibit kambing, dan bibit pakan ternak berkualitas. Pada Februari 2011, Kami mengirimkan 2 truk kambing ke Banyuasin Palembang. Setelah itu permintaan bibit rumput odot semakin banyak ke seluruh daerah di Indonesia.

Warga masyarakat desa kemirigede yang dulunya mencibir atau memandang sebelah mata prospek dunia pertanian dan peternakan mulai tertarik dengan hasil kerja keras saya. Mereka mulai belajar bagaimana cara bertani dan beternak dengan teknologi terapan terbaru, cara mengolah limbah ternak, dan cara pemasaran produk hasil pertanian dan peternakan.

Bermula dari sinilah jaringan maupun mitra kerja diperoleh dan hingga ke luar jawa,seperti sumatera,Kalimantan, Sulawesi, Maluku sampai papua.

Dengan semakin banyaknya mitra kerja, Mukarom membuat kemitraan dengan masyarakat sekitar, dan yang lebih istimewa lagi adalah dapat membuka lapangan kerja di desa.

Misalnya bibit odot sebagai bahan pakan ternak selain masyarakat sekitar yang menanam di lahan masing-masing bisa juga mengkaryakan para pemuda.

 

Kunjungan dan pelatihan Penyuluh ternak dari Nabire – Papua, 26 Mei 2013

 

Kunjungan dan pelatihan Penyuluh ternak dari Halmahera Selatan 17 Oktober 2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada pertengahan 2013 kami mulai mengembangkan Aplikasi atau software di bidang peternakan

 

Saya juga mulai bekerjasama dengan dinas pendidikan, dinas pariwisata pemuda dan olahraga, BP4K, dan dinas-dinas SKPD terkait .

 

KADERISASI GENERASI PENERUS

 

Edukasi anak-anak di bidang pertanian dan peternakan

 

  Beri Wawasan Pertanian Sejak Dini

Selain membuka lahan pekerjaan, pemuda yang pernah memperoleh penghargaan sebagai juara 1 pemuda pelopor tingkat nasional KEMENPORA tahun 2014 ini, juga terus menularkan wawasannya kepada orang lain, dia berpendapat, sedikit ilmu yang dimiliki, akan lebih barokah ketika disebarkan kepada orang lain, sehingga pria berperawakan kurus ini sering sharing dengan kelompok tani.

Bahkan pemberian pengertian sejak dini terkait dunia pertanian harus terus dilakukan, misalnya pada usia Sekolah Dasar, karena generasi muda yang konsen dalam masalah pertanian sangat kurang, padahal potensi sumberdaya alam negeri ini harus dimaksimalkan, ketika generasi penerus tidak segera kita siapkan, pada gilirannya nanti akan terputus dan Indonesia sebagai negara agraris dengan sumberdaya alam yang subur, tidak bisa di kelola anak negeri sehingga tidak dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

 

Memberikan Pendidikan pertanian ke  SMK PERTANIAN

 

Mengajak pemuda agar mau bertani dan beternak tidak semudah membalikkan tangan perlu proses dan contoh nyata bahwa pertanian itu merupakan bisnis yang menjanjikan. Pertanian merupakan bisnis yang akan langgeng hingga hari kiamat karena selama orang masih makan maka pertanian masih dibutuhkan.

 

MENDIRIKAN PUSAT PELATIHAN PEMUDA PERTANIAN LEMBAH GOGONITI

Untuk kaderisasi generasi penerus di bidang pertanian pada tahun 2010, Mukarom Mendirikan Pusat Pelatihan Pemuda Pertanian yang bertujuan untuk saling berbagi ilmu pertanian dan peternakan. Pendidikan Pertanian di sini bertujuan meningkatkan SDM para pemuda, anak-anak di bidang Produksi, pengolahan Hasil

Pertanian yang dipadukan teknologi pertanian, serta Pemasaran Hasil pertanian berbasiskan teknologi Informasi

Adapun VISI  DAN MISI PUSAT PELATIHAN PEMUDA PERTANIAN LEMBAH GOGONITI

Visi :

Menjadi pelopor dalam pendidikan non formal untuk mewujudkan tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap generasi muda untuk mencintai dunia pertanian

Misi :

1.Memberikan edukasi terhadap pemuda di bidang pertanian, peternakan, serta teknologi informasi sebagai media pemasaran produk pertanian dan peternakan

2.Membangun kecintaan pertanian dan peternakan khususnya pada pemuda

3.Menyebarluaskan informasi agribisnis melalui  teknologi informasi internet

4.Menjadi mitra Pemerintah dan  swasta dalam pengembangan sumber daya manusia dibidang agribisnis

5.Membangun jiwa kewirausahaan dan kecintaan masyarakat khususnya  generasi muda terhadap bidang agribisnis terpadu

6.Membangun pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui usaha agribisnis terpadu.

7.Membangun kader-kader kepeloporan secara berkesinambungan

 

Sosok mukarom ini bisa dijadikan contoh inspiratif bagi para generasi muda, dalam mengembangkan kualitas hidup sekaligus kepekaannya dalam melihat potensi daerah, dan yang menjadi hal paling vital adalah keihlasan niat yang dimiliki. Karena aktifitasnya tersebut BP4K (Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan ) dan Dinas Pariwisata,  Pemuda & Olahraga Kab. Blitar Mengusulkan Mukarom Salasa untuk berkompetisi di Ajang Pemuda Pelopor di Tingkat Provinsi Jatim dan lolos hingga di Tingkat Nasional. Pada Seleksi Tingkat Nasional tentu saja persaingannya sangat ketat. Mukarom Salasa yang notabene seorang pemuda tani yang tinggal di pelosok desa di Lembah Gogoniti  Blitar ini bisa menjadi Juara 1 dengan mengalahkan para pemuda pemuda pelopor yang telah berkancah di level internasional, bahkan juga menumbangka pesaing yang sudah menjuarai level asean. Menurut Juri Pemuda Pelopor, Mukarom Salasa dinyatakan terbaik 1 karena  kepeloporannya berdampak positif sampai hampir menyuluruh ke Wilayah Nusantara dari Sabang Sampai Papua. Dengan berada di pelosok tentu saja membutuhkan kerja keras ekstra hingga kepeloporannya bisa berdampak secara Nasional.

Meraih Penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Tingkat Nasional bidang Pendidikan “Pertanian” dari Menpora Imam Nahrawi di HSP 28 Oktober 2014

 

Pemuda Pelopor 2014 dari Kanan, Afghan Syahreza (DKI), Mukarom Salasa(JATIM), Eka F(Bali), Triati Thiwul Ayu (YOGYA), Salasiah (KALTENG), M.Firdaus (NTB)

 

 

 

PENYULUHAN PERTANIAN SECARA OFFLINE DAN ONLINE

 

Mukarom terus melakukan berbagai inovasi dan terus berkarya, dengan harapan akan dapat mengangkat potensi ini yang pemanfaatannya bukan hanya untuk dirinya melainkan juga untuk orang lain. Karena melihat Kondisi Pertanian di Indonesia yang sangat memprihatinkan Mukarom Salasa di nobatkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya tingkat Kabupaten.

Sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya, Mukarom Salasa tidak mengharapkan imbalan atas ilmu yang ditularkan kepada petani sekitar dan masyarakat luas. Dan menurutnya  masih banyak belajar dan terus berbagi dan sharing pengetahuan di bidang pertanian dengan praktisi pertanian, petani, akademisi di bidang pertanian.

Mukarom berprinsip ilmu yang kita bagikan akan semakin barakah sehingga menurutnya dia sering mendapat ilmu-ilmu baru ketika sharing dengan petani dan praktisi pertanian.

 

Untuk Mempermudah dalam melalukan penyuluhan pertanian, peternakan, Mukarom Salasa memanfaatkan teknologi informasi. Dia berpendapat dengan biaya murah bisa berdampak hingga mencakup seluruh daerah di Indonesia dengan memanfaatkan website www.lembahgogoniti.com berikut grafiknya

 

 

Grafik Penyuluhan Pertanian Secara Offline

 

Grafik Penyuluhan Pertanian Secara Online

 

Pada tahun 2015 Mukarom mengikuti serangkaian seleksi lomba Penyuluh Pertanian Swadaya Tingkat Provinsi Jatim dan akhirnya setelah bersaing ketat bisa lolos menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Tingkat Nasional KEMENTAN pada tahun 2015 .

Diapun tidak pernah membayangkan hingga memperoleh penghargaan yang diberikan oleh Menteri Pertanian Amran sulaiman.

”Hal ini merupakan anugerah Tuhan, dan siapapun bisa, tergantung ketulusan niat dan kesungguhan dalam melangkah,” pungkasnya

 

PENGHARGAAN

  1. Juara I Pemuda Pelopor bidang Pendidikan “Pertanian”  Tingkat Kabupaten 2014
  2. Juara I Pemuda Pelopor bidang Pendidikan “Pertanian”  Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2014
  3. Juara I Pemuda Pelopor bidang Pendidikan “Pertanian”  Tingkat Nasional  KEMENPORA Tahun 2014
  4. Juara I Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Tingkat Kabupaten Blitar  2015
  5. Juara I Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Tingkat Provinsi Jatim  2015
  6. Penyuluh Pertanian Swadaya  Teladan Tingkat Nasional  2015 KEMENTAN

DATA PUSAT PELATIHAN PEMUDA PERTANIAN “LEMBAH GOGONITI FARM & NURSERY”

Tentang

  1. Nama Komunitas : Pusat Pelatihan Pemuda Pertanian “Lembah Gogoniti Farm & Nursery
  2. Bediri                   :  19 Agustus 2010
  3. lamat                    : RT 05 RW 01 Desa Kemirigede Kec. Kesamben Kab. Blitar, Jawa Timur
  4. Founder               : Mukarom Salasa
  5. CEO : Didik Yusuf
  6. Pembina              : H. JAHMAN
  7. Bidang                : Pendidikan Pertanian Terpadu
  8. Email                  : lembahgogonitifarm@gmail.com
  9. Fanpage FB         : Lembah Gogoniti Farm & Nursery
  10. Website               :http://www.lembahgogoniti.com
  11. CP : Mukarom Salasa (081 233 94 7676)