Royal Sembahulun: Sembalun Community Development Center


Program : pendidikan, Sosial development, Lingkungan,dan pengembangan ekonomi kreatif

Penghargaan 2015 penganugrahan oleh Gubenur NTB sebgai penggerak Pariwisata NTB.

Latar belakang berdirinya SCDC
1. IPM NTB terendah nomor dua dari bawah dari 33 provinsi di Indonesia
2. Keprihatinan terhadap generasi muda Sembalun yang memiliki SDM yang rendah
3. Minimnya keterlibatan masyarakat di dalam pengelolaan pariwsata rinjnai
4. Minimmnya lapangan pekerjaan di Desa
5. Tidak terkelolanya sumber daya alam yang ada.

Visit dan misi kami bisa di akses di www.cdc-Sembalun.org

Berawal dari resah menjadi pemuda pengangguran dan kurang bermanfaat kepada masyarakat, saya berpikir dan mulai aktif di dunia pariwsata di lereng Rinjani pada tahun 2007. Sebelum itu saya dan teman-teman saya di cap sebgai generasi muda brandalan karna kerap membuat keributan di tengah masyarakat. prestasi brandalan yang saya pernah raih adalah pada tahun 2006 dimasukkan ke sel 2 kali yaitu dengan kasus pemeresan dan penganiyaan. Pada sat itu saya dalam keadaan mabuk. Bosan dengan itu semua, awal 2007 Saya memutuskan belajar bahasa inggris dan mulai aktif sebgai Guide trekking ke Gunung Rinjnai.

Saya mulai bergerak di bidang sosial pada tahun 2008 mulai dari membantu anak-anak yang menderita bibir sumbing khususnya dari keluarga miskin dengan menyuport mereka berupa transportasi dan biaya hidup keluarganya ketika melakukan operasi ke RUMAH sakit dan mengurus semua admistrasinya. Program ini bekerjasama dengan yayasan senyum. Saya mendapatkan support dari organisasi forth world love yang berasal dari amerika. Namun saya harus belajar banyak hal untuk meningkatkan kemampuan saya. Menimba ilmu secara organic tentunya membutuhkan waktu yang lama menjadi matang. minim pengalaman adalah permaslahan yang saya alami di awal melakukan gerakan. Hanya modal kepedulian dan tekat yang kuat untuk mewujudkan sebuah perbuhanlah senjata ampuh yang saya miliki.

Setelah anak-anak di desa semuanya telah di operasi bibir sumbing, sayapun memulai mengembangkan program di bidang pendidikan non Pormal yaitu membuka Kursus bahasa inggris gratis untuk masyarakat Desa Sembalun khususnya di peruntukkan untuk anak muda yang Pengangguran, putus sekolah dan tidak produktif.

Pada tahun 2009 saya putuskan untuk membuat lembaga bersama teman-teman di sembalun dengan Nama SSSD ( sembalun society for social development ) tapi dalam perkembangnya lebih di kenal dengan SCDC ( sembalun Community Development Center ) tepatnya pada tanggal 29 april 2009. Sayapun harus rela meninggalkan kuliah saya dan memilih focus di perjuangan membangun desa, dan alham dulillah pada tahun 2015 saya bisa menyelesaikan kuliah .

Beberapa kegiatan yang kami lakukan di antaranya :
1. Pengembangan Pariwisata untuk membangun ekonomi masyarakat

kami memutuskan Pariwisata sebgai isu program besar dan sebgai solusi untuk menjawab permasalahan sosial dan ekonomi di Sembalun setelah sector pertanian. Sempitnya lahan pertanian masyarakat tidak di imbangi dengan terus berkembangnya populasi penduduk menjadi masalah besar bagi kami kedepan, karna itu kami bertekat mengembangkan sector pariwisata sebgai program unggulan.

kami memulai program dari membangun SDM masyarakat melalui pendidikan Bahasa dengan menggembangkan kursus bahasa inggris serta pemahaman tentang kepariwisataan. Kami awalnya bekerja sama dengan lembaga 4th world love dengan mengirimkan relawan. Relawan yang datang bayar USD250, cost itu untuk tempat Tinggal dan biaya makan. 40% masuk ke Organisasi. Itulah yang kami Gunakan sebgai operasional. Dalam perkembangnya ternyata bnyak volunteer yang ngontact kami langsung karna di beri tahu oleh temanya yang pernah menjadi volunteer

Pada tahun 2007 terhitung hanya lima orang yang terlibat dalam bisnis pariwisata di Gunung Rinjnai, 4 seorang guide termasuk saya dan 1 seorang tour operator dan selebihnya sebgai porter pengangkut barang. Pada saat itu, Guide di dominasi oleh orang luar desa sembalun sehinga dari situ saya berpiikir bahwa mendidik masyarakat lokal sebuah keharusan agar bisa terlibat dan bersaing. Tidak menungu lama untuk mewujudkan perubhan yaitu pada tahun 2012 kami bisa menjawab permasalahan di desa kami dengan mencetak tenaga-tenaga yang siap tempur di kawasan Gunung Rinjani. smapai saat ini tercatat ada 60 Guide yang siap pakai dan 95 % orang2 yang terlibat dalam pariwisata Rinjani adalah orang lokal.

Untuk desa wisata modal awal kami adalah pelatihan dan pemahaman tentang wisata. Termasuk Saya pernah ke tempat mas Sugeng Handoko studi Banding. Saat ini Tahap konsolidasi kelompok pemuda karana setelah rame pngunjung mulai menjadi rebutan. Kami menggandeng GIZ LEMBAGA kerjasama Pemerintah RI dan Jerman untuk menata desa wisata Sembalun dan saat ini masih dalam proses.

IMG-20160309-WA0013 IMG-20160309-WA0014
Di samping itu dari 1 orang trekking organizer bertambah menjadi 17 Tour operator di Desa Sembalun,
Apa yang kami lakukan bukanya tidak ada rintangan, sebgaian besar masyarakat Sembalun menolak di kembangkanya wisata di sembalun dengan alasan dampak negative pariwsata sangat besar, tetapi dengan semangat yang kuat dan tekat yang besar kami bisa membalik pendapat masyarakat yang menganggap negaitive pariwisata menjadi sangat mendukung karna melihat bnyak perubahan terutama prilaku pemuda.

Sejak tahun 2014 kami mulai mengembangkan Destinasi Wisata yang ada di sekitar Kecamatan Sembalun. saat ini semua potensi wisata terkelola dan pemuda menjadi garda terdepan dalam pengelolaanya. tentunya dengan konsep pariwisata Berbasis masyarakat dengan melibatkan banyak unsur

SCDC Sendiri memulai dengan mengelolaa Bukit Pergasingan Sebgai Percontohan di kecamatan Sembalun. bekerjasama dengan Kehutanan dengan model Kemitraan. Bukit pergasingan mulai di buka pada tahun 2015 dan tanpa kami duga perkembangnya begitu pesat yaitu di kunjungi 13,000 wisatawan di tahun pertama.

Saat ini telah di bentuk 6 pokdarwis di masing2 desa dengan

Dalam mengembangkan Kursus bahasa inggris kami juga menggalakan volunteering program dan sejak tahun 2009 kami telah di kunjungi 150 volunteer dari luar negeri. Yang terahir relawan dari jerman dan tinggal selam 1 bulan di sembalun. kami mengarahkan para lewan tinggal di Rumah warga agar keakraban selalu terjaga di tengah2 masyarakat.

Siawa yang mngikuti program bahasa inggris mulai dari anak, Dewasa, pemuda dan juga pemuda yang sama sekali tidak pernah mengenyam bangku sekolah.
3. Sosial

Kami Dalam menjalankan program ini lebih kepada melakukan advocacy dan pengirganisiran masa yang tertindas untuk mewujudkan keadilan.

Membantu anak2 yang bibir sumbing di kecamatan sembalun.

pada tahun 2010tepatnya bulan februari SCDC aktif sebgai garda terdepan memperjuangkan masyarakat miskin khususnya porter yaitu meperjuangkan kenaikan upah para pelaku wisata mulai dari 80,000 menjadi 100,000, tahun 2012 menjadi 125,000 , tahun 2013 menjai 150,000 dan tahun 2014 menjadi 175,000.
Dalam satu tahun kedepan SCDC akan focus di advocacy pemenuhan hak-hak pekerja seperti mendapatkan fasilitas dari pemberi kerja serta menentukan standard berat beban bawaan porter. Karna sampai saat ini masih banyak Tour operator yang menyalahi aturan dengan mendirikan kelompok Porter agar bisa mandiri dan tidak berada di bawah tekanan tour operator, dan itu kami anggap bentuk penindasan yang harus di lawan.

3. Sosial

Kami Dalam menjalankan program ini lebih kepada melakukan advocacy dan pengirganisiran masa yang tertindas untuk mewujudkan keadilan.

Membantu anak2 yang bibir sumbing di kecamatan sembalun.

pada tahun 2010tepatnya bulan februari SCDC aktif sebgai garda terdepan memperjuangkan masyarakat miskin khususnya porter yaitu meperjuangkan kenaikan upah para pelaku wisata mulai dari 80,000 menjadi 100,000, tahun 2012 menjadi 125,000 , tahun 2013 menjai 150,000 dan tahun 2014 menjadi 175,000.
Dalam satu tahun kedepan SCDC akan focus di advocacy pemenuhan hak-hak pekerja seperti mendapatkan fasilitas dari pemberi kerja serta menentukan standard berat beban bawaan porter. Karna sampai saat ini masih banyak Tour operator yang menyalahi aturan dengan mendirikan kelompok Porter agar bisa mandiri dan tidak berada di bawah tekanan tour operator, dan itu kami anggap bentuk penindasan yang harus di lawan.

4. Lingkungan
Melakukan penanman pohon setiap tahun, membersihkan Kawasan wisata sembalun dan mendorong terbentuknya system penangan samapah yang baik dengan berkoordinasi dengan pemerintah.

Saat ini kami masuk kesekolah-sekolah dan mengajak mereka bekerja sama untuk membersihkan sampah di Sekitar Sembalun sambil terus berpikir mencari cara terbaik untuk penangan sampah di desa kami.
tahun ini SCDC juga focus mendorong terbentuknaya system yang baik dalam menangani sampah di Gunung Rinjani karena saat ini selain Rinjnai terklenal indah juga di kenal sebgai Gunung Sampah.

Pada tahun 2015 kami melakukan demonstrasi dengan memblokir dan menyegel pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, Hal itu terkait ketidak ketidak mampuan mereka dalam mengelola Gunung Rinjnai.

Dalam 2 bulan kedepan SCDC menggagas terbentuknya kesepakatan antara pelaku wisata tour operator, Guide, Porter untuk membuat kesepakatan agar sampah Harus di Bawa turun dan akan bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Rinjnai selaku pemegang wewenang.

Apa yang kami capai saat ini masih jauh dari harapan dan kami masih butuh bantuan dan bimbingan dari kawan2 PDM untuk mematangkan pelaksanaan program yang kami sedang jalankan dan rencanakan serta membutuhkan kolaborasi dengan kawan2 di PDM

Demikian pemaparan Saya terkait program dan gerakan yang kami galakkan,, lebih dan kurangnya Saya Mahon maaf dan bnayak trrima kasih.

Liputan Media:

Royal Sembah Ulun, adalah salah seorang dari lima orang peraih award dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, atas dedikasi dan peran sertanya dalam memajukan pariwisata NTB. Penghargaan tersebut, diserahkan pada penutupan Bulan Budaya Lombok – Sumbawa (BBLS) 2015 beberapa waktu lalu.

BERBICARA masalah pariwisata, bagi Royal Sembah Ulun, NTB memiliki seluruh syarat yang diperlukan. Alam yang indah, budaya beragam, beragam  situs sejarah serta kearifan budaya dan tradisi yang kental. Inilah menurutnya aset pariwisata yang bernilai jual tinggi. Termasuk juga persoalan keamanan.

9541493_orig

Baginya, persoalan keamanan harus menjadi perhatian serius. Dalam mewujudkan keamanan, perlu dilakukan penyadaran terhadap seluruh pihak tentang arti penting kundusivitas wilayah dalam membangun parwisata. Keamanan bahkan bisa dikatakan ‘’roh’’ pariwisata, karena begitu penting arti sebuah rasa nyaman dan aman di mata wisatawan. Dengan destinasi lengkap ditambah kondusivitas terjamin, diyakini wisatawan akan berbondong-bondong datang ke NTB.

Menurut Royal Sembah Ulun,  industri pariwisata merupakan motor tercepat penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain dampak positif secara langsung, pariwisata juga merupakan aset yang berdampak berkepanjangan. “Sejauh ini saya melihat, pariwisata merupakan sektor yang paling cepat menumbuhkan ekonomi masyarakat,” jelasnya kepada Suara NTB, Senin (28/9) lalu.

Dikatakan, aset yang potensial untuk dikembangkan menjadi objek dan destinasi pariwisata di daerah ini sangat melimpah. Sektor pariwisata merupakan ranah yang strategis untuk dijadikan pendongkrak ekonomi demi menciptakan kesejahteraan masyarakat. Tentu, asas pengembangan untuk pemenuhan kesejahteraan tidak boleh lepas dari kata kunci yakni pemerataan.

“Kalau potensi, sebenarnya banyak sekali. Kita punya potensi pariwisata berupa pesona alam yang luar biasa. Kemudian, kita juga kaya dengan kearifan lokal dan  tradisi yang juga tidak kalah menariknya di mata wisatawan,” lanjutnya.

Lebih – lebih, daerah ini sudah ditetapkan menjadi koridor V MP3EI untuk pariwisata dan ketahanan pangan. Peluang mengembangkan sektor impian ini menjadi semakin terbuka melebar. “Saya kita dengan ditetapkannya NTB menjadi koridor lima MP3EI, dan daerah ini menjadi gerbang pariwisata, maka peluang kita akan semakin besar,’’ ujarnya.

Dengan terbukanya peluang besar itulah daerah ini harus mengoptimalkan ikhtiarnya dalam mengembangkan potensi – potensi yang layak dalam industry  kepariwisataan. Peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan optimal. Membangun sinergi antara seluruh elemen, baik dari kalangan pemerintah, pelaku pariwisata, kemudian masyarakat, aparat dan lain sebagainya menjadi langkah penting dalam menembus jalan untuk meraih cita – cita bersama.

“Pelaku pariwisata di daerah ini memiliki komitmen yang patut dibanggakan. Tinggal, sekarang ini bagaimana kita saling mengakomodir dan menyatukan kekuatan sebagai bentuk sinergi untuk mengembangkan dan memajukan pariwisata daerah ini,” tandasnya. (met)

sumber: http://suarantb.co.id/2015/09/29/para-peraih-award-bidang-pariwisata-ntb-3-pariwisata-motor-tercepat-penggerak-ekonomi-rakyat.html