Muhammad Nasrul, Menggerakan Ekonomi Ibu-ibu Pesisir


Namanya Muhammad Nasrul, ia baru saja meraih prestasi yang membangakan sebagai finalis III Wirausaha Muda Berprestasi Nasional Kemenpora RI kategori perikanan dan kelautan tahun 2015.

Anak muda kelahiran Pitue, 29 Juni 1993 ini adalah satu-satunyanya putra daerah Sulawesi Selatanyang mewakili di ajang pemilihan wirausaha muda berprestasi 2015 yangg di gelar di hotel Palatehan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 16 -19 Oktober 2015 lalu.

Sebelumnya ia telah mengikuti proses seleksi dan pemilihan melalui tahapan; seleksi calon wirausaha prestasi, verifikasi calon wirausaha prestasi, Survey dan verifikasi usaha, wawancara dengan dewan juri, dan apresiasi pemenang.Nasrul bersama pemenangnya diundang khusus mengahadiri ulacara sumpah pemuda di Kepulauan Riau sekaligus penerimaan penghargaan dan piala dari kemenpora RI.

Keberhasilan Muhammad Nasrul yang sering disapa Chacha ini tak lepas dari pengabdiannya mendampingi dan sebagai ketua Kelompok Cahaya Desa. Kelompok Cahaya Desa adalah sebuah kelompok ekonomi kerakyatan yang dikelola oleh sejumlah warga di Desa Pitue Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Salah satu desa pesisir yang berjarak sekitar 10 km dari ibukota Kabupaten Pangkep.

IMG_1707

Kelompok ini berdiri sejak November 2012, yang kini menjadi salah satu kelompok binaan program Restoring Coastal Livelihood (RCL) Oxfam dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DK) Pangkep. Saat ini anggota Kelompok Cahaya Desa sebanyak 15 orang dengan omzet usaha mencapai 5juta -8 juta perbulan. Di awal pembentukan usaha ini hanya bermodal Rp 500 ribu, yang dipinjam dari salah satu anggota kelompok. Kini dalam sebulan mereka bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp 2 juta – Rp 3 juta. Keuntungan dari hasil penjualan kemudian dibagi kepada annggota kelompok sesuai dengan keaktifan mereka.

12782381_1125226544175032_1516863754_n

Berbagai produk dikembangkan kelompok Cahaya Desa dengan mengolah aneka potensi lokal yang ada di wilayah sekitarnya. Kalau dulu ibu-ibu di Desa di Desa Pitue Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep menghabiskan waktu hanya dengan duduk di teras rumah, kini mereka punya kesibukan lain, membuat berbagai macam makanan olahan hasil laut.

Semangat kelompok ini sendiri adalah memanfaatkan potensi lokal yang ada. karena merupakan daerah pesisir maka sebagian besar produk usaha ini adalah hasil-hal laut. Selain kepiting, produk lainnya adalah nugget dari ikan bandeng, kacang berbahan ikan bandeng, bandeng presto dan aneka produk makanan dan minuman dari tanaman mangrove.

“Ada banyak produk, namun yang memang menjadi produk andalan adalah kerupuk kepiting dan kacang bandeng Kentucky,” ungkap Nasrul.

Kerupuk kepiting adalah salah satu produk usaha kelompok yang bahannya sederhana dan mudah diperoleh, terdiri dari sari kepiting, tepung terigu, gula, mentega dan bawang merah. Semua bahannya organic dan sehat untuk konsumsi. Bisa untuk lauk ataupun sekedar cemilan. Rasanya gurih dan tentu saja sehat, ujar nasrul. Di Desa Pitue ini kepiting memang mudah ditemukan, khususnya pada musim Barat dimana ombak tinggi, yang mengangkat kepiting-kepiting yang berada di dasar naik ke permukaan.

Produk andalan lainnya adalah Kacang bandeng Kentucky dengan rasanya enak dan kriuk, kini banyak diminati. Cita rasa ikan bandeng dan racikan bumbunya menjadi kekhasan tersendiri dibanding produk lain yan serupa. Bahan-bahan yang digunakan antara lain kacang, ikan bandeng tanpa duri, bawang merah dan putih, beras ketan dan merica. “Tidak hanya karena adanya campuran ikan bandeng yang memberi cita rasa tersendiri, tetapi juga dari racikan bumbunya. Kami punya rahasia racikan bumbu tersendiri sehingga rasa kacangnya lebih enak dan gurih,” tambah Nasrul.

Sumber: http://umkm-naikkelas.com/detailpost/muhammad-nasrul-memberdayakan-masyarakat-dengan-olahan-perikanan